Rabu, 01 Januari 2014

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 11)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 11) 

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 1
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET 
(POKOK BAHASAN 11)
PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 1


1. PENDAHULUAN
Dampak Internet Terhadap Masyarakat Luas Dari Berbagai Tinjauan Bidang Psikologisnya

Kemajuan teknologi saat ini semakin mempermudah semua orang untuk mengakses internet, kini internet tidak lagi hanya dapat diakses melalui komputer, akses internet melaluihandphone juga semakin mudah. Kemudahan ini mempunyai dampak yang sangat besar efeknya, baik efek positif maupun efek negatif.
Efek positif yang didapat karena semakin mudahnya akses internet antara lain adalah masyarakat akan menjadi lebih aware dan pintar karena informasi yang tersedia di internet,, kesenjangan informasi juga akan semakin berkurang karena semua orang bisa mendapat informasi yang sama melalui internet, akan tetapi akan selalu ada dua sisi dari seemua hal, efek negatif dari internet pun tidak kalah besar dari efek positif yang diberikan.


2. ANALISA DAN PEMBAHASAN

Kemudahan akses internet apabila tidak diawasi penggunaannya akan berakibat fatal, karena bisa saja informasi-informasi yang kurang baik atau bahkan informasi yang salah bisa diakses oleh orang-orang yang tidak bisa menyaring informasi tersebut kemudian mempunyai dampak yang besar tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain disekitarnya.
Apabila ditinjau dari segi positif terhadap psikologis seseorang internet mempunyai dampak sebagai berikut:
a.       Membuat masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif karena mudahnya akses informasi yang diberikan internet.
b.      Membuat masyarakat lebih sadar mengenai hal-hal yang terjadi disekitarnya.
c.       Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena masyarakat desa pun kini bisa mengakses informasi yang sama dengan masyarakat yang ada di perkotaan.

Sedangkan efek negatif yang diberikan internet dilihat dari psikologisnya adalah sebagai berikut:
a.       Mengikis kecintaan masyarakat kepada budaya aslinya, akses mudah yang diberikan internet mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
b.      Mempengaruhi pola pikir masyarakat menjadi sekularisme.
c.       Merusak moral mayarakat dengan banyaknya situs porno dan perjudian.
 3. KESIMPULAN
Internet adalah alat yang ampuh untuk berbagi informasi. Itu juga merupakan cara bagi orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Email, chat room, dan pesan instan membantu orang tetap berhubungan. Orang menggunakan internet untuk tujuan praktis juga. Beberapa toko atau bank online sehari-hari. Agar buku lain, tiket film, atau hampir apapun yang anda bisa bayangkan online.
Internet sangat luas sehingga menemukan informasi yang Anda butuhkan adalah seperti pergi pada berburu harta karun. Untungnya, ada alat untuk memandu Anda dalam pencarian Anda. Salah satu alat ini adalah World Wide Web. web membantu orang menemukan informasi di internet. Buktinya bahwa dengan alat yang tepat dan keterampilan, Anda dapat menemukan hampir apa saja di internet.
 Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam situs jejaring sosial ternyata memiliki dampak secara psikologis baik positif maupun negatif. dampak psikologis positif yang dapat diperoleh antara lain adanya keterbukaan diri yang tidak terbatas yang berguna untuk memenuhi kebutuhan afiliasi seseorang, memperoleh validasi sosial, meningkatkan kontrol sosial, meraih pengklarifikasian diri, dan melatih pengekspresian diri.
4. REFERENSI

Hamilton, J. 2005. Internet: Straight to the Source. United States. ABDO Publishing
http://wwwe-psikologicomdewasacybersexh.blogspot.com/
http://syadyside.wordpress.com/2011/03/18/dampak-psikologis-dari-perkembangan-teknologi-informasi-komunikasi-dalam-situs-jejaring-sosial/

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 11)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 11) 

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 1
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET 
(POKOK BAHASAN 11)
PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 1


 Kemudahan akses internet apabila tidak diawasi penggunaannya akan berakibat fatal, karena bisa saja informasi-informasi yang kurang baik atau bahkan informasi yang salah bisa diakses oleh orang-orang yang tidak bisa menyaring informasi tersebut kemudian mempunyai dampak yang besar tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain disekitarnya.
Apabila ditinjau dari segi positif terhadap psikologis seseorang internet mempunyai dampak sebagai berikut:
a.       Membuat masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif karena mudahnya akses informasi yang diberikan internet.
b.      Membuat masyarakat lebih sadar mengenai hal-hal yang terjadi disekitarnya.
c.       Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena masyarakat desa pun kini bisa mengakses informasi yang sama dengan masyarakat yang ada di perkotaan.

Sedangkan efek negatif yang diberikan internet dilihat dari psikologisnya adalah sebagai berikut:
a.       Mengikis kecintaan masyarakat kepada budaya aslinya, akses mudah yang diberikan internet mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
b.      Mempengaruhi pola pikir masyarakat menjadi sekularisme.

c.       Merusak moral mayarakat dengan banyaknya situs porno dan perjudian.

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 10)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 10)

 PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET   
(POKOK BAHASAN 10) 
PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET


1. PENDAHULUAN
Pada zaman modern seperti saat ini banyak sekali orang yang ingin melakukan segala sesuatu nya dengan cara yang instan. Cara-cara yang di anggap dapat memudahkan dan cepat oleh sebagian orang ini banyak di manfaat kan oleh beberapa orang untuk membuat semuanya menjadi serba praktis, padahal belum tentu cara yang instan ini dapat berisi data yang akurat ataupun dapat menguntungkan dan bersifat positif bagi sebagian orang. Banyak dari cara instan ini yang dapat memberikan dampak negatif dan merugikan sebagian orang seperti adanya alat psikoterapi maupun tes psikotes yang  banyak beredar di internet. Psikoterapi seharusnya dilakukan dengan cara melakukan percakapan dan observasi. Percakapan seseorang dapat mengubah pandangan, keyakinan serta perilakunya secara mendalam, dalam hal ini sering kita sadari. Beberapa contoh nya, antara lain seperti penakut, dapat berubah menjadi berani, atau dua orang yang saling bermusuhan satu sama lain, kemudian dapat saling bermaafan atau seseorang yang sedih dapat menjadi gembira setelah menjalani percakapan dengan seseorang yang dipercayainya.

 2. ANALISA DAN PEMBAHASAN
 Di California, sebuah studi baru menunjukkan, pengguna internet yang mengalami ketergantungan ketika mereka sedang online, memiliki tanda-tanda perubahan di dalam otak yang mirip dengan pecandu alkohol.
Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok. Walaupun internet dikembangkan pada tahun 1960 penelitian lain yang menunggunakan komputer untuk membiarkan individu berkomunikasi atau berbicara untuk perangkat lunak Program.

Perangkat lunak ini disebut ELIZA, adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video ,meskipun ini kurang sering digunakan.Juga disebut sebagai terapi online.

Dampak positif dari psikoterapi online ini antara lain; dapat mengikuti tes secara gratis, hasilnya dengan cepat dapat diketahui, dapat melakukan tes berkali-kali, dan dapat dilakukan kapan saja.

Dampak negatifnya; hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada psikolog secara langsung, alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi, dan lain sebagainya.
3. KESIMPULAN

Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok serta menyediakan psikoterapi secara online.
4. REFERENSI


http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi
http://raadiyahputrilaura.blogspot.com/2012/12/fenomena-psikoterapi-dalam-internet.html

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 10)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 10)

 PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET   
(POKOK BAHASAN 10) 
PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET





Di California, sebuah studi baru menunjukkan, pengguna internet yang mengalami ketergantungan ketika mereka sedang online, memiliki tanda-tanda perubahan di dalam otak yang mirip dengan pecandu alkohol.
Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok. Walaupun internet dikembangkan pada tahun 1960 penelitian lain yang menunggunakan komputer untuk membiarkan individu berkomunikasi atau berbicara untuk perangkat lunak Program.

Perangkat lunak ini disebut ELIZA, adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video ,meskipun ini kurang sering digunakan.Juga disebut sebagai terapi online.

Dampak positif dari psikoterapi online ini antara lain; dapat mengikuti tes secara gratis, hasilnya dengan cepat dapat diketahui, dapat melakukan tes berkali-kali, dan dapat dilakukan kapan saja.

Dampak negatifnya; hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada psikolog secara langsung, alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi, dan lain sebagainya.

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 9)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tugas 9)

 TEST PSIKOLOGI ONLINE
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET 
(POKOK BAHASAN 9) 
TEST PSIKOLOGI ONLINE


1. PENDAHULUAN
Perkembangan zaman akan teknologi internet semakin memudahkan pengguna fasilitas untuk melakukan sesuatu. Bagi para pencari tenaga kerja tidak perlu repot-repot melakukan pertemuan fisik dengan konsultan yang akan melakukan kerjasama untuk mencari kandidat atau sumber daya manusia yang diinginkan kriteria. Keduanya sama-sama diuntungkan dengan menghemat energy, waktu dan biaya. Bahkan mereka tidak perlu repot untuk mengatur jadwal. Sekarang bergamnya fasilitas internet juga memungkinkan melakukan tes psikologi secara online yang terjamin kerahasiaanya.

2. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Tes psikologi yaitu bertujuan untuk menguji dan mengetahui kemampuan seseorang berpikir sesuai nalar atau masuk akal melalui internet . Jika seseorang mendapatkan skor tinggi pada tes logika ini berarti seseorang tersebut  memiliki daya nalar yang tinggi pula menyelesaikan dan memahami soal-soal psikologi tersebut . serta mengetahui perbedaan kemampuan orang per orang . Dengan melalui internet atau online orang tersebut bisa dengan mudah mengakses progam-program tes psikologi yang sudah ada dalam internet .

Tes Psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.
2.      Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
3.      Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya dengan melalu tes online tersebut.
Ada pula dampak positif dan negatif dari test psikologi online, antara lain;
 Positif :
-          Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
-          Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lain nya
-          hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama
·         Negatif :
-         Kerahasiaan alat tes semakin terancam
-          Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
-          Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid.
3. KESIMPULAN
 Tes psikologis merupakan alat / instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan
potensial psikologis subyek (potential ability). Potential ability subyek adalah kemampuan yang tidak nyata yang berperan menunjang kemampuan nyata (actual ability). Contoh potential ability ialah inteligensi (intelligence), bakat (aptitude), minat (attitude), kepribadian (personality), emosi (emotion), dan motivasi (motivation). Kemampuan nyata (actual ability) merupakan kemampuan yang menghasilkan suatu prestasi, seperti prestasi belajar, kinerja, karya seseorang dalam berbagai bidang (mekanik, seni, sastra, politik, bisnis, pendidikan, dan sebagainya).
4. REFERENSI
-  http://www.wayankatel.com/2012/08/triktips-psikotes-psikologites-latihanpsikotes-online.html
·         http://neysverlanda.blogspot.com/2012/01/tes-psikologi-online.html
·         www.psikologizone.com/tes-kepribadian-mbti

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 9)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 9) 

TEST PSIKOLOGI ONLINE
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET 
(POKOK BAHASAN 9) 
TEST PSIKOLOGI ONLINE


Tes psikologi yaitu bertujuan untuk menguji dan mengetahui kemampuan seseorang berpikir sesuai nalar atau masuk akal melalui internet . Jika seseorang mendapatkan skor tinggi pada tes logika ini berarti seseorang tersebut  memiliki daya nalar yang tinggi pula menyelesaikan dan memahami soal-soal psikologi tersebut . serta mengetahui perbedaan kemampuan orang per orang . Dengan melalui internet atau online orang tersebut bisa dengan mudah mengakses progam-program tes psikologi yang sudah ada dalam internet .

Tes Psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.
2.      Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
3.      Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya dengan melalu tes online tersebut.  Ada pula dampak positif dan negatif dari test psikologi online, antara lain; Positif :
-          Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
-          Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lain nya
-          hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama
·         Negatif :
-         Kerahasiaan alat tes semakin terancam
-          Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
-          Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid.

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 8)

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET (tulisan 8)


PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET
(POKOK BAHASAN 8)
PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTERPERSONAL 3


CSCW (Computer Supported Cooperative Work) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.

Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication:

1. Personal space

Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya.
Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.

2. Kontak dan tatapan mata

Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, seperti perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.

3. Gerak isyarat dan bahasa tubuh

Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.
Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group pointer.
Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.

4. Back channel

Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel. Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami pembicaraan.
Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi video, antara lain:
Komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat.
Layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.